Wednesday, May 11, 2011

Pengalaman & Kejeniusan Sir Alex Ferguson Faktor Utama Sukses Manchester United

Alex Ferguson kini sedang menyiapkan darah muda untuk membentuk generasi baru Setan Merah guna melanjutkan dominasi mereka.


Sir Alex Ferguson - Manchester United (Getty  Images)

"Jika saja dia menjadi manajer salah satu dari The Big Four, maka mereka akan mendapatkan masing-masing satu gelar juara." Demikian pujian yang disampaikan manajer Sunderland Steve Bruce terhadap 'gurunya' di Manchester United Sir Alex Ferguson.

"Dia seorang jenius. Sungguh sulit dipercaya. Saya pikir, dia manajer terhebat yang pernah ada. Tidak ada seorang pun yang bisa menyamai prestasinya. Bukan saja telah memanajeri United selama 25 tahun, melainkan apa yang telah dia hasilkan sepanjang tahun itu," tambah Bruce.

United akan mendapatkan gelar juara Liga Primer ke-19 kalinya jika minimal bermain imbang melawan Blackburn Rovers pada akhir pekan ini. Torehan itu melewati rekor tertinggi sebuah klub yang dipegang Liverpool. The Reds telah mengoleksi 18 gelar juara Liga Primer.

Setan Merah pun masih mempunyai peluang untuk mendapatkan gelar ganda pada musim ini. United lolos ke final Liga Champions, dan akan menghadapi Barcelona di partai puncak.

Ketika berjalan menuju tunnel usai mengalahkan Chelsea, Ferguson berhenti di depan Stretford End, dan memberikan penghormatan sambil membungkukkan badan ke segala penjuru Old Trafford. Ini merupakan momen dimana United sadar mereka telah melewati torehan Liverpool.

"Sungguh fantastis menjadi tim paling sukses di negara ini dalam hal jumlah gelar juara," kata Ferguson usai pertandingan.



Saat Javier Hernandez mencetak gol ke-20 musim ini, superioritas United atas Chelsea sudah terlihat. Suasana Old Trafford seperti Theatre od Dreams. Di babak pertama, United memainkan sepakbola yang belum pernah ada di muka bumi ini.

Sukses United dalam meraih trofi juara Liga Primer bergantung kepada kejeniusan Ferguson, yang telah mengeluarkan semua kualitasnya, dan pengalamannya tergambar dalam skuad yang tentunya masih terdapat kekurangan.

Ferguson sadar dirinya tidak punya tim yang sangat kuat. Karena itu, ia melakukan perombakan besar pada musim panas untuk menambah kekuatan pasukannya, terutama di lini tengah.

Cara bagaimana Ferguson mengatasi tim besutannya, bagaimana dia mengeluarkan kemampuan terbaik skuadnya ditengah banyaknya perbedaan karakter, membuat Anda patut takut mereka bakal kembali mendominasi jika berinvestasi pemain dengan benar pada musim panas nanti.

"Dua tahun lalu, dia menjual [Cristiano] Ronaldo dan [Carlos] Tevez. Setiap orang mempertanyakan keputusannya. Kemudian dia membeli Valencia dan Hernandez, serta kembali menjadi juara, dan sekarang ada di final Liga Champions," ucap Bruce.



Pada pergantian tahun, United hanya menang sekali dalam laga tandang, dan berbagai pertanyaan menghampiri mengenai sektor tengah dan depan. Tapi Ferguson adalah master untuk membuat keterbatasan pasukannya menjelma menjadi tangguh. United pun dapat bangkit kembali.

Kemampuan pria asal Skotlandia itu menggunakan materi yang dimiliki menjadi sorotan pada pekan lalu. Tim lapis keduanya memperlihatkan performa bagus ketika mengalahkan Schalke di semi-final Liga Champions. Taktik itu membuat pemain pilar dalam kondisi bugar ketika menghadapi Chelsea.

Ferguson kini sedang menyiapkan darah muda untuk membentuk generasi baru. United tidak hanya berurusan dengan cedera Rio Ferdinand, tapi juga lawasnya pemain veteran seperti Ryan Giggs, Paul Scholes dan Edwin van der Sar.

Apa yang telah dilakukan Ferguson pada musim ini akan sulit dilewati manajer lain. Juru taktik berusia 69 tahun ini telah membuktikan dirinya seorang master. Jika dia bisa membawa United meraih trofi ke-20 pada musim depan, maka fans United akan membungkukkan badan terhadap dirinya.