Berbagi ilmu itu akan terasa nikmat apabila ilmu itu bermanfaat

Tuesday, May 3, 2011

Messi Lebih Baik dari Maradona & Pele



Barcelona - Sudah lama orang-orang kerap membandingkan lebih hebat mana, Diego Maradona atau Pele. Namun ada yang mengklaim Lionel Messi di atas kedua legenda hidup sepakbola dunia itu.

Adalah eks bintang timnas Argentina Ossie Ardiles yang memberi penilaian demikian. Menurutnya Maradona memang adalah pesepakbola terbaik dunia dibanding Pele.

Sebuah perdebatan yang sampai saat ini masih terus saja terjadi. Pele jadi sensasi sepakbola dunia saat membawa Brasil juara dunia 1958 saat usianya masih 17 tahun. Sesudahnya ia sukses mempersembahkan trofi yang sama di tahun 1962 dan 1970.

Maradona pun juga begitu. Dengan segala aksi individunya di atas lapangan hijau, 'Si Gempal' itu memberikan Argentina titel juara dunia 1986 yang diwarnai satu gol indahnya ke gawang Inggris.

Bedanya adalah Pele selama karirnya hanya sempat memperkuat Santos dan New York Cosmos. Sementara Maradona melanglang buana sampai ke Eropa bersama Barcelona dan Napoli.

Namun bagi Ardiles, Messi lah yang pantas disebut sebagai pemain terbaik yang pernah ada di dunia sepakbola. Dengan sederet gelar yang diraihnya bersama Barcelona dan rekor-rekor pribadi yang didapatkannya, Messi lebih hebat dibanding Maradona dan Pele.

"Saya pikir hanya ada satu pemain yang Anda bisa bandingkan dengan Messi dan itu Maradona. Dan dalam beberapa hal mereka sangat mirip," tutur Ardiles di ESPN.

"Namun kadang saya berpikir jika Diego tidak bisa dilewati dan bahkan Pele. Namun sekarang tidak lagi. Saya ingin bilang jika Lionel Messi adalah nomor satu dalam sejarah pesepakbola sepanjang masa dan yang terbaik yang pernah ada," sambungnya.

"Perbedaan besarnya Maradona bermain di Argentina lalu di Italia, di mana Pele hanya bermain di Brasil. Di masa itu pun tekanan tidak sebesar saat ini," tukas eks pesepakbola Tottenham Hotspur itu.

"Messi berada dalam tekanan sepanjang waktu dan harus bermain dalam laga dengan tingkat intensitas sangat tinggi. Liga Champions jadi contoh yang sempurna," lugas Ardiles.