Berbagi ilmu itu akan terasa nikmat apabila ilmu itu bermanfaat

Thursday, May 5, 2011

Bunuh Osama, Obama Dilaporkan ke Polisi




Di saat warga Amerika Serikat memuji keberhasilan Presiden Barack Obama menumpas gembong teroris yang paling dicari, Osama Bin Laden, aksi dua pria Belanda ini justru sebaliknya.

Mereka, Ruud Snoeren dan Terry Flohr justru melaporkan Obama ke kantor polisi setempat. Tuduhannya: membunuh Osama. Obama dituduh melakukan kejahatan dengan cara memerintahkan pasukan khusus AS menggempur persembunyian Osama.

"Kami sangat marah," kata, Snoeren (30) yang berprofesi sebagai pengacara, seperti dimuat Telegraph, 5 Mei 2011. "Ada seorang pembunuh yang telah mengakui perbuatannya di televisi. Ia juga membuang bukti ke laut. Dan seluruh dunia merayakan."

Aksi melaporkan Obama, tambah dia, bukan berarti membela Osama bin Laden atau mendukung teroris. Namun, menurut mereka, bos Al Qaeda itu semestinya ditangkap dan diadili atas kejahatannya.

Bagaimana tanggapan polisi?
Kepolisian Kota Tilburg, Belanda menolak kasus ini. Meski mencatatnya dalam register, polisi mengatakan pada pelapor ini di luar kewenangan mereka. "Ini bukan berarti kami tak menganggap kasus ini serius, tapi ini bukan kasus yang sesuai untuk polisi Tilburg," kata juru bicara kepolisian.

Dua pelapor lantas dianjurkan untuk mengajukan laporan ke pengadilan kejahatan perang internasional yang berbasis di Den Haag. "Kami akan mempertimbangkan hal itu," kata Flohr, 29, seorang mahasiswa.

Osama tewas dalam penyerbuan pasukan US Navy SEAL di Pakistan Senin 2 Mei 2011. Beberapa kaki tangannya juga ikut tewas. Presiden AS, Barack Obama memutuskan, tak akan merilis foto Osama kala tewas, sesuai tuntutan sejumlah pihak. Itu agar tak jadi bahan propaganda. Juga, tak ada nisan yang menandai makam Osama. Jasadnya tak dikubur, namun dicemplungkan ke sebuah titik di Laut Arab.